BLOGGER TEMPLATES AND MySpace 2.0 Layouts »

Selasa, 10 Januari 2012

Bab 5. Kebugaran Jasmani

A. Hakikat Latihan Kebugaran Jasmani
1. Definisi dan Fungsi Latihan Kebugaran Jasmani
   
    Definisi kebugaran jasmani menurut hasil seminar nasional yang diselenggarakan oleh Dirjen Pemuda dan Olahraga adalah kemampuan untuk melakukan pekerjaan dengan efektif dan efesian tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti karena adanya pemulihan yang baik. Hal ini disebabkan semua organ tubuh dapat bekerja dan berfungsi dengan baik. Latihan kondisi fisik (physical conditioning) memegang peranan yang sangat penting untuk mempertahankan atau meningkatkan derajat kesegaran jasmani (physical fitness). Derajat kesegaran jasmani seseorang sangat menentukan kemampuan fisiknya dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Makin tinggi derajat kesegaran jasmani seseorang, semakin tinggi kemampuan kerja fisiknya. Dengan kata lain, hasil kerjanya makin produktif jika kesegaran jasmaninya makin meninggkat.

   Dari hasil Seminar Nasional Kebugaran Jasmani yang dilaksanakan di Jakarta dijelaskan fungsi kebugaran jasmani adalah untuk mengembangkan kekuatan, kemampuan dan kesanggupan daya kreasi serta daya tahan dari setiap manusia yang berguna untuk mempertinggi daya kerjadalam pembangunan dan pertahan bangsa dan negara.

2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kebugaran Jasmani

a. Makanan yang Cukup dan Bergizi
    Fungsi makanan bagi tubuh adalah untuk mendapatkan tenaga, zat-zat pembangun sel tubuh, meningkatkan daya tahan tubuh, dan membantu kelancaran proses yang terjadi di dalam tubuh. Fungsi tersebut dapat terpengaruhi apabila makanan yang kita konsumsi cukup asupan gizinya dan mengandung unssur empat sehat lima sempurna.

b. Kebiasaan Hidup Sehat
    Kebiasaan hidup yang sehat teratur dan dilakukan secara kontinu akan dapat mempengaruhi tingkat kebugaran jasmani seseorang. Kebiasaan tersebut meliputi pola makan yang teratur, cuci tangan, gosok gigi, termasuk menghindari kebiasaan hidup yang dapat merusak tubuh seperti merokok, minum-minuman keras dengan mengonsumsi narkoba.

c. Istirahat atau Tidur yang Cukup
    Setelah beraktivitas seharian, tubuh memerlukan istirahat untuk memulihkan kondisi tubuh sehingga kondisi tubuh akan kembali kekeadaan semula. Menurut penelitian, waktu tidur yang cukup untuk anak usia 1-4 tahun adalah 12 jam, usia 4-12 tahun adalah 10 jam, untuk pelajar 8 jam, dan  orang dewasa memerlukan waktu 5-7 jam per hari.

d. Olahraga
    Salah satu cara untuk meningkatkan kebugaran jasamani adalah melalui latihan jasmani atau berolahraga secara teratur dan kontinu

Jumat, 06 Januari 2012

Bab 4. Bela Diri Pencak Silat

A. Ciri-Ciri dan Nilai Pencak Silat
    1. Ciri Umum
        Bela diri pencak silat mempunyai ciri umum sebagai berikut :
        a. Menggunakan seluruh bagian tubuh dan anggota tubuh
        b. Dapat dilakukan dengan tangan kosong atau dengan senjata
        c. Lahir dan tumbuh serasi dengan alam sekitarnya, watak dan kepribadian sesuai
           dengan agama, suku bangsa, kepercayaan, dan kebatinan

    2. Ciri Khusus
        Bela diri pencak silat mempunyai ciri khusus sebagai berikut
        a. Sikap tenang dan rileks
        b. Menggunakan kelentukan, kecepatan, kelincahan, waktu dan sasaran yang tepat
            dengan gerak cepat untuk menguasai lawan bukan dengan kekuatan
        c. Menggunakan prinsip timbang badan, permainan posisi dengan memindahkan titik
            berat badan
        d. Mengeluarkan tenaga sendiri sedikit mungkin, menghemat dan menyimpan tenaga

    3. Nilai yang Terkandung
        Bela diri pencak silat mempunyai kandungan nilai sebagai berikut
        a. Untuk mengembangkan aspek spiritual
        b. Untuk mengembangkan aspek bela diri
        c. Untuk mengembangkan seni
        d. Untuk mengembangka olahraga

B. Teknik-Teknik Dasar Pencak Silat
     Teknik-teknik dasar dalam pencak silat yang perlu dikuasai sebagai berikut
 1. Teknik Menyerang dan Menghindar
    a. Pesilat A Menyerang dan Pesilat B Menghindarkan Diri
1.)    Tangan kanan A memukul kearah ulu hati B, sambil kaki kiri maju selangkah
2.)    A melanjutkan pukulan pada sasaran bersamaan dengan jatuhnya telapak kaki di lantai
3.)    Tangan kiri A meintang di dada dengan telapak terbuka dan jari-jari rapat
4.)    Tangan kiri B menangkis pukulan A ke dalam atas
5.)    Tangan kanan B mengepal lurus ke bawah untuk melindungi bagian depan


    b. Pesilat A Menyerang Double dan B Menghindarkan Diri
       1.) A memukul lagi dengan tangan kiri ke arah muka B bersamaan dengan memindahkan
            kaki ke kanan serong depan selangkah
       2.) Badan A condong ke depan, tangan kanan melintang di dada
       3.) Tangan kakan B menampar tangan kiri A ke arah samping kiri, sambil kaki kanan
            dipindahkan ke belakang serong kanan, sedangkan badan diputar ke kanan
       4.) Tangan kiri B memukul tulang rusuk A ke arah samping kiri bawah sambil kaki kiri
            dipindahkan selangkah ke muka. Badan condong ke muka kiri, tangan kanan
            melintang di dada


c. Pesilat A Menangkis dan B Menyerang
        1.) Kedua belah tangan A menahan serangan
        2.) Sambil kaki kanan dipindahkan ke samping kanan kaki kiri dengan jarak satu
              langkah, badan berputar ke kiri setengah putaran menghadapi serangan
        3.) Tangan kanan B memukul lurus ke arah rahang A, bersama sama dengan kaki kanan
              maju, badan berputar ke kiri seperempat putaran dan condong ke depan
        4.) Tangan kiri di dada


d. Pesilat A Meyerang dan B Menghindar
         1.) A memukul rahang kanan B. Pukulan dengan tangan kiri mengepal dari kiri bawah
              menuju kanan atas, beserta kaki kanan maju selangkah serong kanan
         2.) Tangan kanan melintang di dada, badan condong ke depan
         3.) Kepala B ditarik ke belakang dan badan di bungkukkan, kaki kanan serong kanan
               selangkah
         4.) Kedua belah tangan di dada, berat badan pada kaki kanan


 

e. Pesilat B Menyerang dan A Menangkap
         1.) Tangan kiri B memukul rahang muka A
         2.) Posisi kaki tetap, badan lebih di condongkan ke muka
         3.) Tangan kiri A menangkap pergelangan tangan kiri B
         4.) Tangan kanan B dibelitkan pada siku tangan kirinya

f. Pesilat A Menangkap dan Merebahkan Pesilat B
         1.) A menghindarkan kepala dan badan ke belakang, kaki kiri mundur selangkah sambil
               tangan kanan menangkap pergelangan tangan kiri B
         2.) Tangan kiri melindungi bagian badan yang lemah
         3.) Setelah itu kaki kiri A dirintangkan di belakang kaki kiri B dan bersamaan dengan
               ini tangan kiri mendorong bahu kanan B dari depan untuk merebahkannya
         4.) Setelah B jatuh, tangan kanan A menekan pergelangan tangan kiri B, dan tangan kiri
               A menekan bahu kanan B, lutut kiri menekan perut B




g. Pesilat A Menghindar Serangan, Lalu Menyerang
        1.) A memindahkan kaki kanannya ke belakang lewat depan kiri dua langkah, tumit kiri
              diangkat
         2.) Tangan kiri melintang di dada. Tangan kanan mengepal kuat di samping kanan
         3.) A menendang ke samping ke arah rusuk sisi kanan B
         4.) Tangan kanan melindungi bagian badan yang lemah dengan ujung jari menekan
               lantai


                        

h. Pesilat A Berputar dan Diteruskan Menyerang
     1.) A berputar setengah putaran ke kanan sehingga seperti balik kanan. Kaki kiri A yang
               tadinya di muka, sekarang ada di belakang. Siku kiri A yang tadinya di muka, kini di
               belakang dan siku kanan berada di muka dan cepat-cepat digunakan untuk menyiku
               rusuk kanan B
          2.) Kaki kanan A yang berada di muka, bergerak selangkah ke kanan sambil siku kanan
                memukul tulang rusuk B sebelah kanan bawah
          3.) Tangan kiri A membantu dan bersiap untuk menangkis kalau ada serangan dari B







     i. Pesilat A Menghindar dan Pesilat B Berputar ke Kiri Setengah Putaran

   1.) Badan A menghindar ke kiri dengan cara memindahkan kaki kiri maju selangkah
             serong kanan, dan diletakkan rapat-rapat pada belakang kaki kanan B. Saat
             melakukan hal tersebut kedua telapak tangan mendorong dengan keras bahu
             kanan B
       2.) Akibat dorongan yang kuat dari A, maka B berputar ke kiri setengah putaran


j. Pesilat B Menyerang dan Pesilat A Menolak Serangan
   1.) kaki kiri B menendang cepat ke arah lambung kiri A
        2.) Tangan kiri B mengepal melindungi bagian badan yang lemah, tangan kanan terbuka
              melintang di dada
        3.) Badan A berputar ke kiri setengah putaran sambil lengan kiri mengepal diluruskan
              untuk menolak kaki kiri B. Selanjutnya, telapak tangan kanan mendorong keras paha
              kiri B ke muka diikuti kaki kanan A melangkah ke muka dua langkah